KhutbahIdul Adha 1436 H Bugis. 1001 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri Terbaru 2019 1440 Lengkap. Berikut ucapan selamat Idul Fitri beserta terjemahan dalam bahasa Bugis. Kumpulan gambar dan ucapan selamat Idul Fitri ini juga sangat cocok untuk dibagikan di WhatsApp WA dan Facebook FB. Seiring dengan berlalunya bulan suci ramadhan. Banyak pelajaran hukum dan hikmah, faidah dan fadhilah weddinge riala bokong untuk liserriwi sisa sesana umurutta insya allah. Rekko riebarai yaewe ramalangnge sebagai anggurung maka mega siseng pappaseng-pappaseng wedding ri papoleh yanaritu harangi manre enrenge minum selama siuleng maka sekarang hallalani rigaukeng ritu. Yamanenna yaewe mancaci pangnguji riwatakkaleta sebagai jalan untuk lolongengi alebbirengnge risesena puang sewwae ritu padatoha rimakkeddanna puang allah taalah Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu Allahu akbar 2x walillahil hamd Olehnya itu Lihatlah diri kita, bukankah seringkali kita merasa paling besar, seolah-olah semua manusia kecil dan harus takluk dihadapan kita. Kita berlagak seolah kita adalah tuhan yang kuasa atas segala keadaan. Tidakkah kita sadar, bahwa kita sesungguhnya tidak lain adalah makhluk yang sangat-sangat lemah, maka kepada siapa lagi kita berharap selain kepada allah swt yang telah menciptakan kita dan dengan kasih sayang allahlah kita diberi kesempatan menikmati hidup di dunia milik allah puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya pula segala puji di akhirat. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Allahu akbar 2x walillahil hamd Pada hari ini kita dapat berhari raya bersama, maka sudah sepantasnya pada hari yang bahagia ini kita bergembira, merayakan sebuah momentum kemenangan dan kebahagiaan berkat limpahan rahmat dan maghfiroh-nyaDan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, Allahu akbar 2x walillahil hamd Pahangi tumennang makkeddae poleh riwatakkaleta yaewe engka 4 sifat, tellu sifat weddingi nacilakai rupa taue, seddimi sifat wedding passalamaki, enrenge lolongeng kebahagian. Pertama, sifat kebinatangan yarega sifat olokolo; tanrana yanaritu engkaki menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuanta na detogaga siri riwatakkaleta ritu. Kedua, sifat mangoa tanda-tandana yanaritu banyaknya kezhaliman dan sedikit keadilan. Yang kuat selalu menang sedangkan yang lemah selalu kalah meskipun benar. Ketiga sifat syaithaniyah; tanda-tandanya mempertahankan hawa nafsu yang menjatuhkan martabat yaewe tellue engkai monro enrenge mompo rirupatauwe enrenge masarakae niscaya akan terjadi sebuah perubahan dimana seluruh tempat akan dipenuhi oleh keburukan dan kebaikan menjadi sesuatu yang terasing, ketaatan akhirnya dikalahkan oleh kemaksiatan dan kedzalimanSesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kedzaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni dosa mereka dan tidak pula akan menunjukkan jalan kepada mereka, Allahu akbar 2x walillahi hamd sedangkan satu-satunya sifat yang membahagiakan adalah sifat rububiyah رُبُوْبِيَّةْ; ditandai dengan keimanan, ketakwaan dan kesabaran yang telah kita bina bersama-sama sepanjang bulan ramadhan. Orang yang dapat mengoptimalkan dengan baik sifat rububiyah di dalam jiwanya niscaya jalan hidupnya disinari oleh cahaya al-qur'an, prilakunya dihiasi budi pekerti yang luhur. Selanjutnya, ia akan menjadi insan muttaqin, insan pasca ramadhan, yang menjadi harapan setiap orang. Insan yang dalam hari raya ini menampakkan tiga hal sebagai pakaiannya yaitu menahan diri dari hawa nafsu, memberi ma`af dan berbuat baik pada sesama manusia dan inilah yang kita cita-citakan sebagai hamba allah yang lahir setelah ramadhan. Insya allah, sebagaimana firman allah وَاْلكَاظِمِيْنَ اْلغَيْظَ وَاْلعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِ وَاللهُ يُحِبُّ اْلمُحْسِنِيْنَ "…dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." qs ali imran 134 Tidak demikian bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Allahu akbar 2x walillahi hamd Dan pada kesempatan ini kami sampaikan kepada jamaah sekalian marilah kita senantiasa merasakan penderitaan orang lain betapa siksa dan menderitanya saudara-saudara kita yang tidak punya belanja untuk kebutuhan belanja untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari. Maka dengan berpuasa itu menjadikan kita sadar betapa pentingnya hidup salin tolong menolong, saling kasih mengasihi diantara sesama manusia. Kita perlu sadar bahwa penderitaan manusia di sekeliling kita adalah penderitaan kita juga karena اِنَّمَالْلمُوْمِنُوْنَ اِحْوَة sesungguhnya orang islam itu bersaudara. Juga islam telah mengajarkan kepada kita dalam sebuah ayat al-qur’an. وَتَعَاوَنُوْاعَلَىالْبِرَوَاتَّقْوَوَلاَتَعَاوَنُوْاعَلَى الْاءِثْمِ وَلْعُدْوَن Contohnaskah khutbah Idul Fitri PDF bahasa Indonesia berikut ini bikin hati jamaah terenyuh, hingga menangis haru. Tema khutbah jumat kali ini berjudul dua pesan Ramadhan untuk kita. Teks khutbah Idul Fitri bikin jamaah terenyuh ini ditulis oleh Ustadz. Muchyidinn Zainudin. Untuk mempersingkat durasi dan memperjelas kalimat maka redaksi beberapa bagian. Naskah khutbah Idul Fitri kali ini mengingatkan kita untuk merenungkan hikmah dari Idul Fitri yang oleh masyarakat Indonesia disebut sebagai Lebaran. Khutbah Idul Fitri ini juga mengupas tentang fenomena dan ritual tahunan yang sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia jelang Idul Fitri yakni Mudik. Lebaran dan Mudik adalah dua hal yang sangat identik dan bermuara kepada kebersamaan dan kebahagiaan bersama keluarga dan orang-orang yang kita cintai khususnya orang tua. Sehingga mereka menjadi elemen penting dalam mengawali kebahagiaan di Hari raya Idul Fitri. Teks Khutbah Idul Fitri berikut ini berjudul " Khutbah Idul Fitri Lebaran, Mudik, dan Orang Tua". Untuk mencetak naskah Khutbah Idul Fitri ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini pada tampilan desktop atau klik di sini Naskah siap cetak. Semoga bermanfaat! Redaksi. Khutbah I اللهُ أَكْبَرُ ×٣ اللهُ أَكْبَرُ ×٣ اللهُ أَكْبَرُ ×٣ وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً، لاَاِلهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اَلْحَمْدُ الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَّنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ. أَمَّا بَعْدُ .فَيَآأَيُّهَاالمُؤْمِنُوْنَ وَالمُؤْمِناَتِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . قَالَ اللهُ تَعَالَى وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ Maasyiral Muslimin wal Muslimat jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah, Tiada kalimat lain yang paling layak kita ungkapkan pada kesempatan yang mulia ini, selain kalimat Alhamdulillahirabbil alamin, puja dan puji syukur kepada Allah swt Tuhan semesta alam yang telah menganugerahkan nikmat yang tidak bisa kita hitung satu persatu. Di antara nikmat agung itu adalah masih diberinya kita kemampuan untuk menghirup udara dunia sekaligus anugerah umur panjang sehingga kita masih bisa beribadah kepada-Nya serta masih berkesempatan untuk berkumpul bersama orang-orang yang kita cintai di sekeliling kita. Semua ini adalah nikmat yang agung. Terlebih pada momentum Hari Raya Idul Fitri yang menjadi perayaan kemenangan dan kebahagiaan. Sebuah hari raya di mana takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang di berbagai penjuru dunia menandai kembalinya fitrah umat Islam seperti bayi yang terlahir kembali ke dunia ini. Maasyiral Muslimin wal Muslimat jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah, Dalam catatan sejarah, awal mula dilaksanakannya hari raya Idul Fitri adalah pada tahun ke-2 Hijriah. Saat itu kaum Muslimin mendapatkan kemenangan besar dalam perang Badar. Perayaan kemenangan yang diraih umat Islam pada waktu itu, secara tidak langsung merayakan dua kemenangan yakni kemenangan atas telah paripurnanya menjalankan kewajiban puasa di bulan Ramadhan dan kemenangan dalam perang badar. Dalam tradisi bangsa Indonesia, Hari Raya Idul Fitri terkenal dengan nama Lebaran. Para ahli bahasa menyebut bahwa kata Lebaran salah satunya berasal dari bahasa Jawa yakni lebar’ yang memiliki arti 'selesai'. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri, kata Lebaran dimaknai sebagai hari raya umat Islam yang jatuh pada 1 syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Makna ini selaras dengan kenyataan, bahwa pada hari Lebaran, kita sudah selesai menjalankan kewajiban berpuasa dan mewujudkannya dalam bentuk perayaan kebahagiaan sebagai wujud syukur kepada Allah swt. Pada hari ini kita berbahagia bersama dan saling menyampaikan doa dengan berbagai bentuk redaksi seperti taqabbalallahu minnaa wa minkum’ yang artinya “semoga Allah menerima amal ibadah Ramadlan kita”. Dan juga doa “wa ja’alanallaahu wa iyyaakum minal aaidin wal faaiziin’ yang artinya Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang beruntung atau menang.’ Sebuah doa yang berisi harapan mendalam agar setelah melaksanakan rangkaian ibadah di bulan Ramadhan ini kita akan benar-benar kembali suci dan beruntung mencapai kemenangan dengan predikat sebagai orang-orang yang bertakwa. Hal ini telah Allah sebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ Artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ Maasyiral Muslimin wal Muslimat jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah, Kebahagiaan yang kita rasakan ini tentu sangat kurang lengkap jika dirayakan sendiri. Kebahagiaan akan terasa lebih nikmat jika bisa dirayakan dengan berkumpul bersama orang-orang yang kita cintai. Hal inilah yang memunculkan sebuah tradisi ritual di negara kita yakni Mudik. Sebuah tradisi berisikan kerinduan di tanah rantau untuk pulang melihat kembali tanah kelahiran. Sebuah tradisi luhur untuk kembali lagi berkumpul dengan keluarga, mengingat kembali masa kecil sekaligus bersimpuh sungkem dalam pelukan kedua orang tua. Mudik juga tidak hanya memiliki dimensi makna sekedar pulang kampung saja. Di dalamnya terkandung dimensi spiritual yang nilainya tidak bisa diukur dengan materi dunia. Jarak jauh melintasi laut dan sungai, medan terjal dan jalan berliku, ditambah waktu, tenaga, serta biaya yang harus dikeluarkan untuk mudik, tidak bisa menghalangi rasa kangen yang membuncah kepada tanah kelahiran. Teknologi canggih seperti telepon, media sosial, maupun video call juga tidak akan bisa menggantikan kualitas pertemuan langsung dengan sanak kerabat kita di kampung halaman. Kemewahan perkotaan tak kan bisa menggantikan manisnya kenangan kesederhanaan bersama teman masa kecil yang selalu terbayang jelang lebaran. Berbagai fasilitas di tanah rantau tidak bisa menghalangi pulang kampung menuju ibu pertiwi walau berada di tengah hutan dan pucuk gunung yang tinggi sekalipun. Kerinduan kepada tanah kelahiran seperti ini juga pernah dirasakan oleh Nabi Muhammad saw seperti yang tersebut dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لِمَكَّةَ ” مَا أَطْيَبَكِ مِنْ بَلَدٍ وَأَحَبَّكِ إِلَيَّ ، وَلَوْلا أَنَّ قَوْمِي أَخْرَجُونِي مِنْكِ ، مَا سَكَنْتُ غَيْرَكِ Artinya “Berkata Rasulullah saw, “Alangkah indahnya dirimu Makkah. Engkaulah yang paling ku cintai. Seandainya saja dulu penduduk Mekah tidak mengusirku, pasti aku masih tinggal di sini” HR al-Tirmidzi. اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ Maasyiral Muslimin wal Muslimat jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah, Jika kita renungkan lebih mendalam, hakikat mudik adalah kembali ke pangkuan orang tua. Sosok paling berjasa yang telah melahirkan kita ke dunia ini, sosok yang telah menjadi pahlawan kesuksesan kehidupan kita. Janganlah sombong dengan keberhasilan dan apapun yang telah kita raih dalam kehidupan ini. Semua itu tidak akan bisa lepas dari jasa dan doa kedua orang kita. Bagaimana pun kondisi orang tua kita, mereka adalah sosok yang harus kita cintai, hormati, dan patuhi. Mereka adalah jimat kita yang sakral di dunia ini. Karena keridhaan dan keikhlasan orang tua akan menjadi sumber kesuksesan kehidupan kita di dunia. Sebaliknya kemarahan mereka adalah merupakan sebuah kemurkaan dan bencana dalam kehidupan kita. Rasulullah bersabda رِضَى اللهِ فىِ رِضَى الْوَالِدَيْنِ وَسُخْطُ اللهِ فِى سُخْطِ الْوَالِدَيْنِ Artinya "Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan orang tua dan kemarahan Allah tergantung kemarahan orang tua" Allah swt pun telah mengingatkan kita untuk senantiasa berbuat baik kepada orang tua. Jangan membentaknya, jangan pernah sekali-kali berkata kasar kepada mereka. Hal ini termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 23 وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا Artinya “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik”. Sehingga hadirin rahimakumullah.... Mudik lebaran kali ini bisa menjadi momentum tepat untuk bersimpuh kepada kedua orang tua kita atas segala khilaf dan kesalahan yang selama ini telah diperbuat kepada mereka. Mari kita tancapkan dalam hati kita untuk jangan lagi menyakiti hati dan fisik mereka. Kita perlu sadar bahwa jasa dan perjuangan mereka tidak akan bisa kita balas dan bayar lunas. Demi Allah... demi Rasulullah... sebanyak apapun yang pernah kita berikan, apa pun yang pernah kita serahkan kepada orang tua kita, tidak akan pernah setimpal dengan perjuangan dan pengorbanan mereka membesarkan kita. “Ya Allah, ya Tuhan kami. Anugerahkanlah kasih sayang-Mu pada kedua orang tua kami. Keruniakanlah keberkahan, kesehatan, dan umur panjang kepadanya. Kuatkanlah iman dan Islam mereka serta kekuatan untuk terus membimbing kami. Maafkanlah atas segala kesalahan yang telah kami perbuat kepada mereka. Jadikanlah mereka nantinya ahli surga bersama orang-orang yang Engkau cintai.” اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ Maasyiral Muslimin wal Muslimat jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah, Di mudik lebaran kali ini mari kita raih kedua tangannya. Peluk tubuh mereka yang dulu kekar merawat kita namun sekarang sudah mulai lemah termakan usia. Mintalah keridhaan dan keikhlasan dari mereka berdua untuk bekal hidup kita. Bagi kita yang orang tuanya sudah dipanggil Allah swt, mari kita ziarahi makam mereka. Kunjungi dan bersihkan pusaranya. Kita perlu sadari, bahwa mereka di sana menunggu panjatan doa dari kita. Mereka pasti akan tersenyum melihat kehadiran dan doa yang kita panjatkan. Dan sebaliknya, mereka pasti akan sangat bersedih ketika kita tidak mendoakannya karena hanya itulah yang mereka harapkan di alam sana. Ma’asyiral muslimin wal muslimat jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah, Selain kepada orang tua, mari juga saling memaafkan dosa dan kesalahan dengan orang-orang yang ada dalam kehidupan kita. Tidak ada manusia yang sempurna. Semua pasti memiliki dosa dan kesalahan kepada sesama. Sehingga lebaran menjadi salah satu momentum tepat untuk saling memaafkan. Semoga lah semua dosa kita kepada Allah, orang tua dan kepada sesama akan diampuni sehingga kita akan menjadi insan yang kembali suci mendapatkan kemenangan. Amin جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ وَاْلمَقْبُوْلِيْنَ، وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ، اَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَاسْتَغْفِرُ الله لِى وَلَكُمْ، وَلِوَالِدَيْنَا وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرهُ اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. Khutbah II اللهُ أَكْبَرُ ×٣ اللهُ أَكْبَرُ ×٣ اللهُ أَكْبَرُ وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً، لاَاِلهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ اَلْحَمْدُ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيِنَ، أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ ا اتَّقُوا الله. قال الله تعالى أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . وَقَالَ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى اَنْبِيَائِكَ وَرَسُلِكَ وَمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِى، وَ عَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وتَابِعِى التَّابِعِيْنَ، لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالاَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيسِيَّا هَذَا خَاصَّةً، وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ . تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ، وَجَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِيْنَ الْفَائِزِيْنَ، كُلُّ عَامٍ وَاَنتُمْ بِخَيْرٍ. وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيِنَ عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِالْعَدْلِ وَالاِحْسَانِ، وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ. وَاللهُ يَعْلَمُ ماَ تَصْنَعُوْنَ H Muhammad Faizin, Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung Jamaahshalat Idul Adha yang dirahmati Allah Pada hari ini, umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha. Semuanya mengumandangkan takbir, tahlil dah tahmid. Ada yang melaksanakan shalat Id di masjid, ada yang di mushala, di tempat terbuka serta ada yang melaksanakannya di dalam rumah sesuai dengan kondisi atau zona atau level

Sudah menjadi tradisi bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk merayakan Idul Fitri setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Di Indonesia, umat Muslim dari berbagai daerah memiliki tradisi dan budaya yang berbeda dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri, termasuk dalam pelaksanaan khutbah. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang khutbah Idul Fitri Bahasa Bugis. Apa makna dan pesan yang terkandung dalam khutbah ini? Simak ulasannya di bawah ini. Makna Idul Fitri Bagi Umat Muslim Bagi umat Muslim, Idul Fitri memiliki makna yang sangat penting. Hari Raya Idul Fitri merupakan momen untuk merayakan keberhasilan menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Selain itu, Idul Fitri juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara sesama umat Muslim. Hal ini sejalan dengan pesan dalam Al-Quran yang menyatakan bahwa umat manusia tercipta dari satu pasang laki-laki dan perempuan dan diciptakan agar saling mengenal dan saling mempererat tali persaudaraan. Di tengah pandemi Covid-19, perayaan Idul Fitri juga menjadi momen untuk refleksi diri. Pandemi ini mengajarkan kita untuk lebih menghargai kesehatan dan keselamatan, dan untuk lebih berempati kepada sesama. Oleh karena itu, di hari raya ini, mari kita saling mendoakan dan membantu sesama yang membutuhkan. Bagi umat Muslim di Sulawesi Selatan, khutbah Idul Fitri biasanya disampaikan dalam Bahasa Bugis. Bahasa Bugis adalah salah satu bahasa daerah yang banyak digunakan di Sulawesi Selatan, termasuk di kota Makassar. Khutbah Idul Fitri Bahasa Bugis biasanya dimulai dengan doa dan pembacaan ayat suci Al-Quran. Kemudian, imam akan menyampaikan pesan-pesan penting mengenai makna Idul Fitri dan pentingnya menjaga silaturahmi antara sesama umat Muslim. Salah satu pesan penting dalam khutbah Idul Fitri Bahasa Bugis adalah tentang pentingnya bersedekah pada saat Idul Fitri. Bersedekah di hari raya ini adalah salah satu cara untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama dan untuk mempererat tali persaudaraan antara umat Muslim. Selain itu, bersedekah juga menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Tradisi Idul Fitri di Sulawesi Selatan Sebagaimana disebutkan sebelumnya, masing-masing daerah di Indonesia memiliki tradisi dan budaya yang berbeda dalam merayakan Idul Fitri. Di Sulawesi Selatan, terdapat beberapa tradisi yang unik dalam perayaan Idul Fitri. Tradisi Penjelasan Tapalang Tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Bugis-Makassar dengan saling meminta maaf dan memaafkan Pakarena Tarian tradisional Bugis yang dilakukan di lapangan pada malam takbiran Lombang Tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Selayar dengan mengunjungi makam keluarga dan kerabat pada hari raya Idul Fitri Selain itu, di Sulawesi Selatan juga terdapat tradisi memasak berbagai hidangan khas untuk disajikan kepada tamu-tamu yang datang berkunjung. Hidangan khas ini di antaranya adalah ketupat sayur, burasa, coto Makassar, dan konro. Kesimpulan Idul Fitri merupakan momen yang sangat penting bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Bagi umat Muslim di Sulawesi Selatan, khutbah Idul Fitri biasanya disampaikan dalam Bahasa Bugis. Khutbah ini menyampaikan pesan-pesan penting tentang makna Idul Fitri dan pentingnya menjaga silaturahmi antara sesama umat Muslim. Di samping itu, terdapat pula beberapa tradisi unik dalam perayaan Idul Fitri di Sulawesi Selatan, seperti Tapalang, Pakarena, dan Lombang. Mari kita rayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan dan dengan menjaga kesehatan dan keselamatan kita dan sesama di tengah pandemi Covid-19 ini. Selamat hari raya Idul Fitri! Related video of Khutbah Idul Fitri Bahasa Bugis Makna dan Pesan dalam Upacara Idul Fitri

Berikutini adalah 2 contoh khutbah Idul Fitri tentang orang tua yang menyentuh hati berdasarkan buku Pidato Empat Bahasa oleh Tim Guru Bahasa SICC (2019): Menghormati Orang Tua Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah hirobilalamin wabihi nasta'inu wa'alaumuridunya waddin wa'ala alihi wasohbihi wassalim.

1 4 4 2 H K h u t b a h I d u l F i t r i B a h a s a B u g i s 1 1 4 4 2 H K h u t b a h I d u l F i t r i B a h a s a B u g i s 2 Khutbah Pertama ُَ  ْَ ُَ 9X َو ًةَْُ ِ َنَْُسَو اًْ  ِَ ِهِ ُْَْاَو اًْ  ِَ ُَ ُَو ُ هِ ََِ َ ًْِصَ . ُْَْا ِهِَو ُَ  ْَ ُَ ُَ  ْَِّِ ُْَْَ ِِ ُذْُَ  َو ِْَِ ُبْُ  ِَْََو ُُَْَ َْِََْا ّِبَر ُَ هِضُ ََ ُ ِْَ   ْَ َِَْعَ ِتَّَسَو َِُْ  َ ِرْوُُش ْِ َ ُَْحَو ُ هِ َِ َ ْنَ ُَْشَ . ُَ َيِدَى ََ ْِْضُ ْََو ََع ُمَهاَو ُةَهاَو ُُْُسَرَو ُُْَع اًهَُ هنَ ُَْشََو ُَ َكْِَش َِ ُَِَ ْََو ِِَْصََو ِِاَ ََعَو ٍهَُ َّِَهَ . ِْّا ِْَ   ْُهََ ِِَعَطَو ِ َْَ  َو ْُْِصْوُا ِ َدَِعََ   اُََ َْِها َ  ََ ِْِَْا ِن ْُْا ِف َََ   ُ َلَ . َنْُِْُ   ُْُَ ََو ِِَُ   هقَح َ اُه  اْُِْُ ْُْ  ََو هِ ه . . ِْِْَ   ِَْحَ ِ َنَْِْا َْََخ ْََ ًْَع َََو  ق د صمْيِظ علْا 1 4 4 2 H K h u t b a h I d u l F i t r i B a h a s a B u g i s 3 ُْَا ِَو ُَ  ْَ ُ ُَ  ْَ ُ Ma’asyiral muslimin jamaah Idul Fitri Rahimakumullah… Alhamdulillah wasyukrulillah, teppaja risompa nennia ripuji puang allah ta’ala, padatoha puang allah ta’ala teppaja napaturung pammasena nennia pakkamasena lao ri idi maneng. Nassabari natopada engkaki makkatuda-tudangeng ri onrongewe nasaba seddi nia, nennia akkatta iyanaritu sikira-kira maeloki pasilennerengngi pakkasiwiatta lao ri puang allah ta’ala. Nennia dala toni ceddi passompung rio rennu, rigau engkata pasilennenreenggi sempajang alleppereng pittarae mauni topada engka mopa di tengah pandemi Covid-19. Salawa nenniya mappassalama masse lao ri nabikkeng muhmmad saw nabi mallebbangnge pammasena ritu ri sininna alangnge. Nassabari nakiengkana pada makkacoweriwi ritu, nakisalewangeng pole ri pettanna lino wanua paccobae. Namamuare engkaki makkacueri salompena natopada salama rilino lettu ri akhera matti, Insya Allah! Aamiin… ُْَا ِَو ُَ  ْَ ُ Hari ini suara takbir sahut bersahutan dari masjid-masjid, sungguh suasana yang sangat menggugah hati dan sanubari. Takbir, Tahmid, dan Tahlil secara serantak dikumandangkan diseluruh pelosok dunia, mengagungkan ke-Esaan dan ke-Maha sucian Allah SWT. Riuh gemuruh menusuk sukma, alun beralun

Menyampaikannasihat ketakwaan. Membaca salah satu ayat kitab suci Alquran. Menutup khutbah pertama. Sementara itu, urutan penyampaian khutbah Idul Fitri yang kedua yakni: Mengucapkan takbir sebanyak 7 kali. Mengucapkan tahmid. Mengucapkan sholawat nabi. Mengucapkan wasiyyat bit taqwa. Baca Juga Panduan dan Tata Cara Sholat Idul Fitri, Bacaan Subhanallahi Walhamdulillah Salawa nenniya mappassalama masse lao ri nabikkeng muhmmad saw nabi mallebbangnge pammasengenna ritu ri sininna alangnge. Nassabari nakiengkana pada makkacoweriwi ritu, nakisalewangeng ritu pole ri pettanna lino wanua paccobae. Narimakkuannanaro aja’ lalo tapabbombangngi arota mita anu ritakkajenneki ri lino, toddo puli messei nasaba uli tassape, nainappa ri tentuang ri laleng ati kaminang marilalengnge, iyanaritu istiqamae makkatenni ri kitta’na puang allah ta’ala nenniya haddese essana nabikkeng muhammad saw. Allahu akbar 3 walillahilhamd Mappakkoniro suara takabbere’e nenniya mappoji-pojie lao ri puang allah ta’ala, ri pakkoling-koling “allahu akbar3 waalillahil hamd” samanna napakedo maneng lino lollong lise, riuh gemuruh menusuk sukma, alun beralun menusuk rasa. Nainappa ri pakkoling paimeng allahu akbar3 walillahilhamd” ri padecengi yengkalinga nainappa ri rasakan ri raleng ati kaminang marilalengnge, majeppu ri rasakangngi makkeda temmakaharo pale lebbi’na nenniya tanrena pappoji2e iyaewe, majeppu iyanae wettue saisanna taue denaulle tahangngi esse babuana ri laleng atinna, denaulle tahangngi wae matanna nasaba ningerreng mananni sijing sellenna iya mabela pole ri pakkita matanna, selessurenna ri laleng sompereng, ana2na ri laleng pallawangeng, tau matowanna iya de’e nasibawa malleppe ri lalenna iyae esso alleppereng pittarae nasaba lesunna ri pammasena puang allah ta’ala “innalillahi wa inna ilaihi rajiun”. Mompo manenni paimeng ri paringeretta samanna engkamanenni talleng ri olo matatta, narimakkuannanaro upeppaha nappunnai idi iyae essoe engkaki pasilennerengngi sempajeng alleppereng pittarae nasibawai keluarga yang lengkap. Nasaba de nacedde selessuretta iyyae essoe maelo mewa manengi siraga-raga nenniya sisompung-rennu keluargana, gangkanna tudammi bawang takkajenne na taddunu-dunu wae matanna nangerreng manangi to ri pajajianna. Narimakkuannanaro, narilalenna iyae wettu rio rennue nenniya wettu asennange, aja lalo nakiangka takkalupa lao ri tana ri onroiyye makkalejja neniya langi ri jujunge. Pada laoni mai pada palebbangi asennangetta nenniya pasisompungi rio rennutta lao ri iyamanenna selessuretta, nasaba engkamopa saisa pole ri siajing selletta iyae essoe mappammula momfo’na pajjarenge naengkalingana takabbere’e nainappa tudang takkajenne tetti wae matanna, nasappurru duae arona, nassabari atinna nawa-nawai bakkaweng bola tennulle sellei, anre sisanru, natenna ulle pasirapi’I, kuatopa paimeng saisa pole ri siajing selletta engka beu-beu, aja’lalo tallupai nassabari namalomo atinna, namalucca pappenaddinna, tawerengi sekke iyarega passidekkasarekkoammengi nasisompung sumange’na, tawerengi ada makassing sarekkoammengi nalai pakkurru sumange, nassabari napada engka siporio siporennu iyae essoe. Atikekki pole ri adanna fuang llah ta’ala. Baca Juga Libur Lebaran, Dinkes Pinrang Tetap Maksimalkan Layanan أرأيت الذى يكذبك بعد بالدين فذلك الذى يدع اليتيم و لا يهد على طعام المسكين mufahang moga tau massekkerengi agama sellenge yanaritu tau tuna2iwi ana beu-beu’e nenniya tau de’e napanrei tau kasi-yasie. Allahu akbar 3 walillahil hamd Iyae essoe, esso kemenanganna idi to mateppe’e pura mappuasangi uleng ramalang nasaba siuleng ettana, ri tahang aleta pole ri dekkae, ri lupue enrenge pole ri sininna gau-gau salae, kedo salae nenniya yamanenna weddinge solangi nenniya lolloi appalanna puasata, sarekkoammengi engkaki pada mitau lao ri puang allah ta’ala nenniya manini pole ri sininna pappesangkana. Sitongenna puasae tannia bawang itahammi aleta pole ri lupu’e nenniya dekkae simata naiyakiya hakeka’na iyanaritu kendalikangi hawa nafsue. Nasaba iyanae hawa nafsue musu kaminang maraja ri sesena ikkeng rupa tau’e. Engka nengka nabitta muhammad saw lisu pole ri perang badar makkedai nabitta “Raja’na Minal Jihadil Ashgar Ila Jihadil Akbar” nakkutana sahabae makkeda engka mopaga musu kaminang maraja pole ri musu badar’e e..surona puang allah ta’ala? Mappaebali nabitta makkeda “iyya” engka iyanaritu musui hawa nafsue. Narimakkuannanaro aja’ laloki nakiengka melo napakalonto-lonto hawa nafsutta, tainringi hawa nafsutta lao ri laleng na purioe puang allah ta’ala namabela pole ri appatakabbelimpelinna setange. Narimakkuannanaro tettongengi nasaba alefu’ narialefuki manengi ri sininna gau salae narisampeng sininna ampekedo nacaccae puange, nainappa topada makketenni ri apatiroanna agamatayanaritu kitabullah wasunnatu rasulillah. Timpa toni koritu bittara temmennue, natopada makkalejja ri salangka bittarae, nariattuppung lao ri awo lagadinge natopada tudang ri ase’na papang ulawenge, nasaba tuntui rio simatana puang allah ta’ala. Allahu Akbar3 Walillahil Hamd Upe’paha nenniya alabangeppaha tau pura pasilennrengi puasa ramalange nasibawai teppe simata lao ri puange, namusui hawa nafsunna, nakendalikangi alena pole ricinnana nafsunna nassabari namcawe pammasena puange namabela paccallannakoritu. Naiya tau lolongange pammase nenniya napabbarakkaki puasae manessai ri tellue passeleng yanaritu 1. Napahangi alena makkeda saisani tau ri pancajinna puang allah ta’ala, idina rupa taue kaminang makessing ancajingetta nenniya kaminang ri pakalebbi, padatoha narampawe puang allah ta’ala Laqad Khalqnal Insana Fi Ahsani Taqwim. Narimakkuannanaro aja lalo nakiengka melo solangiwi akessingetta nenniya alebbiretta iyya pura nawerekki puange. Uppanna-uppanna rupa tau na turusiwi hawa nafsunna majeppu tau makkuero ri taroni ri onrong kaminang mariyawae, nasaba tau makkuero napahallalai harange, napaharangi hallalae, de’nakkeda hallala-hallulu nalulu maneng, malomoni lesseri janci narusai aseddingenge nassabari namaroca pabbanuae, namasolang akkalinoange. Makkedai passulessena ara’e “upe’paha tau engkae pancajiengi akkalenna pamimpin, nenniya cilakapaha nappunnai tau pancajiengi nafsunna pemimpin ri watakkalena. Baca Juga Jadwal MSC 2023, Lengkap Daftar Peserta dan Region Ada Onic Esports dan Evos Legends 2. Napahangi makkeda majeppunna alena sebagai khalifah iyarega pemimpin, pura ripahang madecenni makkeda tungke2 rupa taue mancaji pemimpin manengi, natungke2 pemimping ri ellau pertanggung jawabanna matti ri essorimonrinna puang allah ta’ala. Makkedana nabitta muhammad saw rilalenna haddese’na “kullukum rain wakullukum mas’lun anraiyyatihi” akkattana ritu de’gaga tau de’namancaji pemimpin, nadettogaga seddi pemimpin leppe’ pole ri pakkutanana puang allah ta’ala. Seddie kepala kampong ri tanai matti ri puang allah ta’ala makkeda pekkogi pallao rumana pabbanuae, pekkogi carana pimpingi raya’e na pekkogi carana jellokengi adecenganna masaraka’na DLL. Seddie kepala rumah tangga ri tanai puang allah ta’ala pekkogi carana bimbingi wija2nna gangkanna mancaji ana mattuju yanaritu ana malebu namalebu tello, maccaca namaccaca jarung, polei na papole nyameng kininnawa, laoi nataro sengereng makkeguna lao ri agamana nenniya lai ri kamponge. Enrenge paimeng tungke2 lao ri idi maneng rupa tau’e ri utanaiki ri puang allah ta’ala pekkogi carata pimpingi watakkaleta, kendalikangi hawa nafsutta sarekkoammengi na toli matturu lao ri parentana na manini pole pappesangkana. Naparingerrangiki puange ri lalenna akorange “walakad zara’na lijahannama katsiran minal jinni wal insi lahum qulubun layafqahuna biha walahum azanun la yasmauna biha wa lahum a’yunun la yubsiruna biha ulaika kal an’am bal hum adallun” ri pammulangi ranaka nasaba pole ri bangsa jinge nenniya rupa tau’e yanaritu riwerengi ati akkaleng naekiya denafakkegunai atinna, ri werengi parengkalinga naekiya de’napakkegunai parengkalingana, ri werengi pakkita nekiya de’napakkegunai pakkitanna tau mappakkuero padai laona olo’kolo’e bahkan lebbi majapi na olokoloe. Iyyakeppaha akkalenna napakkegunai makkalangi nenniya gau bawangi padanna rupa tau, parengkalingenna napakkegunai mengkalinga ada2 salah yarega bicara temmakkeguna, kuaetoparo pakkitanna napakei kamata-mata gangkanna kakita-kita. Iyamanennaro matti mancaji pammulanna api ranaka, narimakkuannanaro laoni mai natopada pimpingi watakkaleta pada moi engkana lesang kuaetoparo iyya engkae tallesenge, tapimpingi limatta aja nasembarang ikarawa, tapimpingi ajeta aja na kajokka-jokka, tapimpingi ulutta aja nakacuru-curu tapimpingi timutta aja nakatimu-timu, tapimpingi matatta aja nakamata-mata, tapimpingi atitta aja namasiri ati enrenge rilainnae toparo.
TeksKhutbah idul adha bahasa jawa. Idul adha dikenal dengan sebutan "Hari Raya Haji", dimana kaum muslimin sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah. Mereka semua memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit, yang di sebut pakaian ihram, melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai
0% found this document useful 0 votes21 views10 pagesDescriptionBerlebaran dimasa pandemiOriginal TitleKhutbah idul fitri bugisCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes21 views10 pagesKhutbah Idul Fitri BugisOriginal TitleKhutbah idul fitri bugisJump to Page You are on page 1of 10 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 9 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. SkenarioKhutbah Jum'at HAJI Penasihat hukum Islam DOWNLOADNaskah Khutbah VIEW SmartPhone BAHASA INGGRIS JAWA MADURA SUNDA BUGIS LAMPUNG MANDAR MAKASSAR. Naskah Khutbah IDUL FITRI 1443H بسم الله الرحمن الرحيم Membuat Semangat Berharta KEBERKAHAN DOWNLOADNaskah Khutbah VIEW SmartPhone BAHASA INGGRIS JAWA MADURA SUNDA BUGIS

Katobba Alleppereng Karobang السلام عليكم و رحمة الله و بركاته Alhamdulillah wasyukrulillah, teppaja risompa nennia ripoji puang allah ta’ala, padatoha puang allah ta’ala teppaja napaturung pammasena nennia pakkamasena ri ikkengmaneng. Nassabari natopada engkaki makkatuda-tudangeng ri onrongewe nasaba seddi nia nennia akkatta iyanaritu sikira-kira maeloki pasilennerengngi pakkasiwiatta lao ri puang allah ta’ala. Nariappojiang tonaritu puang iya pancajiengi sininna alangnge, enrenge rialatoni ritu passompung rio rennu rigauengkata pasilennerengngi sempajeng alleppereng pittarae iyae essowe. Salawa nenniya mappassalama masse lao ri nabikkeng muhmmad saw nabi mallebbangnge pammasengenna ritu ri sininna alangnge. Nassabari nakiengkana pada makkacoweriwi ritu, nakisalewangeng ritu pole ri pettanna lino wanua paccobae. Narimakkuannanaro aja’ lalo tapabbombangngi arota mita anu ritakkajenneki ri lino, toddo puli messei nasaba uli tassape, nainappa ri tentuang ri laleng ati kaminang marilalengnge, iyanaritu istiqamae makkatenni ri kitta’na puang allah ta’ala nenniya haddese essana nabikkeng muhammad saw. Allahu akbar 3 walillahilhamd Mappakkoniro suara takabbere’e nenniya mappoji-pojie lao ri puang allah ta’ala, ri pakkoling-koling “allahu akbar3 waalillahil hamd” samanna napakedo maneng lino lollong lise, riuh gemuruh menusuk sukma, alun beralun menusuk rasa. Nainappa ri pakkoling paimeng allahu akbar3 walillahilhamd” ri padecengi yengkalinga nainappa ri rasakan ri raleng ati kaminang marilalengnge, majeppu ri rasakangngi makkeda temmakaharo pale lebbi’na nenniya tanrena pappoji2e iyaewe, majeppu iyanae wettue saisanna taue denaulle tahangngi esse babuana ri laleng atinna, denaulle tahangngi wae matanna nasaba ningerreng mananni sijing sellenna iya mabela pole ri pakkita matanna, selessurenna ri laleng sompereng, ana2na ri laleng pallawangeng, tau matowanna iya de’e nasibawa malleppe ri lalenna iyae esso alleppereng pittarae nasaba lesunna ri pammasena puang allah ta’ala “innalillahi wa inna ilaihi rajiun”. Mompo manenni paimeng ri paringeretta samanna engkamanenni talleng ri olo matatta, narimakkuannanaro upeppaha nappunnai idi iyae essoe engkaki pasilennerengngi sempajeng alleppereng pittarae nasibawai keluarga yang lengkap. Nasaba de nacedde selessuretta iyyae essoe maelo mewa manengi siraga-raga nenniya sisompung-rennu keluargana, gangkanna tudammi bawang takkajenne na taddunu-dunu wae matanna nangerreng manangi to ri pajajianna. Narimakkuannanaro, narilalenna iyae wettu rio rennue nenniya wettu asennange, aja lalo nakiangka cakkalupa lao ri tana ri onroiyye makkalejja neniya langi ri jujunge. Pada laoni mai pada palebbangi asennangetta nenniya pasisompungi rio rennutta lao ri iyamanenna selessuretta, nasaba engkamopa saisa pole ri siajing selletta iyae essoe mappammula momfo’na pajjarenge naengkalingana takabbere’e nainappa tudang takkajenne tetti wae matanna, nasappurru duae arona, nassabari atinna nawa-nawai bakkaweng bola tennulle sellei, anre sisanru, natenna ulle pasirapi’I, kuatopa paimeng saisa pole ri siajing selletta engka beu-beu, aja’lalo tallupai nassabari namalomo atinna, namalucca pappenaddinna, tawerengi sekke iyarega passidekkasarekkoammengi nasisompung sumange’na, tawerengi ada makassing sarekkoammengi nalai pakkurru sumange, nassabari napada engka siporio siporennu iyae essoe. Atikekki pole ri adanna fuang llah ta’ala أرأيت الذى يكذبك بعد بالدين فذلك الذى يدع اليتيم و لا يهد على طعام المسكين mufahang moga tau massekkerengi agama sellenge yanaritu tau tuna2iwi ana beu-beu’e nenniya tau de’e napanrei tau kasi-yasie. Allahu akbar 3 walillahil hamd Iyae essoe, esso kemenanganna idi to mateppe’e pura mappuasangi uleng ramalang nasaba siuleng ettana, ri tahang aleta pole ri dekkae, ri lupue enrenge pole ri sininna gau-gau salae, kedo salae nenniya yamanenna weddinge solangi nenniya lolloi appalanna puasata, sarekkoammengi engkaki pada mitau lao ri puang allah ta’ala nenniya manini pole ri sininna pappesangkana. Sitongenna puasae tannia bawang itahammi aleta pole ri lupu’e nenniya dekkae simata naiyakiya hakeka’na iyanaritu kendalikangi hawa nafsue. Nasaba iyanae hawa nafsue musu kaminang maraja ri sesena ikkeng rupa tau’e. Engka nengka nabitta muhammad saw lisu pole ri perang badar makkedai nabitta “Raja’na Minal Jihadil Ashgar Ila Jihadil Akbar” nakkutana sahabae makkeda engka mopaga musu kaminang maraja pole ri musu badar’e e..surona puang allah ta’ala? Mappaebali nabitta makkeda “iyya” engka iyanaritu musui hawa nafsue. Narimakkuannanaro aja’ laloki nakiengka melo napakalonto-lonto hawa nafsutta, tainringi hawa nafsutta lao ri laleng na purioe puang allah ta’ala namabela pole ri appatakabbelimpelinna setange. Narimakkuannanaro tettongengi nasaba alefu’ narialefuki manengi ri sininna gau salae narisampeng sininna ampekedo nacaccae puange, nainappa topada makketenni ri apatiroanna agamatayanaritu kitabullah wasunnatu rasulillah. Timpa toni koritu bittara temmennue, natopada makkalejja ri salangka bittarae, nariattuppung lao ri awo lagadinge natopada tudang ri ase’na papang ulawenge, nasaba tuntui rio simatana puang allah ta’ala. Allahu Akbar3 Walillahil Hamd Upe’paha nenniya alabangeppaha tau pura pasilennrengi puasa ramalange nasibawai teppe simata lao ri puange, namusui hawa nafsunna, nakendalikangi alena pole ricinnana nafsunna nassabari namcawe pammasena puange namabela paccallannakoritu. Naiya tau lolongange pammase nenniya napabbarakkaki puasae manessai ri tellue passeleng yanaritu 1. Napahangi alena makkeda saisani tau ri pancajinna puang allah ta’ala, idina rupa taue kaminang makessing ancajingetta nenniya kaminang ri pakalebbi, padatoha narampawe puang allah ta’ala Laqad Khalqnal Insana Fi Ahsani Taqwim. Narimakkuannanari aja lalo nakiengka melo solangiwi akessingetta nenniya alebbiretta iyya pura nawerekki puange. Uppanna-uppanna rupa tau na turusiwi hawa nafsunna majeppu tau makkuero ri taroni ri onrong kaminang mariyawae, nasaba tau makkuero napahallalai harange, napaharangi hallalae, de’nakkeda hallala-hallulu nalulu maneng, malomoni lesseri janci narusai aseddingenge nassabari namaroca pabbanuae, namasolang akkalinoange. Makkedai passulessena ara’e “upe’paha tau engkae pancajiengi akkalenna pamimpin, nenniya cilakapaha nappunnai tau pancajiengi nafsunna pemimpin ri watakkalena 2. Napahangi makkeda majeppunna alena sebagai khalifah iyarega pemimpin, pura ripahang madecenni makkeda tungke2 rupa taue mancaji pemimpin manengi, natungke2 pemimping ri ellau pertanggung jawabanna matti ri essorimonrinna puang allah ta’ala. Makkedana nabitta muhammad saw rilalenna haddese’na “kullukum rain wakullukum mas’lun anraiyyatihi” akkattana ritu de’gaga tau de’namancaji pemimpin, nadettogaga seddi pemimpin leppe’ pole ri pakkutanana puang allah ta’ala. Seddie kepala kampong ri tanai matti ri puang allah ta’ala makkeda pekkogi pallao rumana pabbanuae, pekkogi carana pimpingi raya’e na pekkogi carana jellokengi adecenganna masaraka’na DLL. Seddie kepala rumah tangga ri tanai puang allah ta’ala pekkogi carana bimbingi wija2nna gangkanna mancaji ana mattuju yanaritu ana malebu namalebu tello, maccaca namaccaca jarung, polei na papole nyameng kininnawa, laoi nataro sengereng makkeguna lao ri agamana nenniya lai ri kamponge. Enrenge paimeng tungke2 lao ri idi maneng rupa tau’e ri utanaiki ri puang allah ta’ala pekkogi carata pimpingi watakkaleta, kendalikangi hawa nafsutta sarekkoammengi na toli matturu lao ri parentana na manini pole pappesangkana. Naparingerrangiki puange ri lalenna akorange “walakad zara’na lijahannama katsiran minal jinni wal insi lahum qulubun layafqahuna biha walahum azanun la yasmauna biha wa lahum a’yunun la yubsiruna biha ulaika kal an’am bal hum adallun” ri pammulangi ranaka nasaba pole ri bangsa jinge nenniya rupa tau’e yanaritu riwerengi ati akkaleng naekiya denafakkegunai atinna, ri werengi parengkalinga naekiya de’napakkegunai parengkalingana, ri werengi pakkita nekiya de’napakkegunai pakkitanna tau mappakkuero padai laona olo’kolo’e bahkan lebbi majapi na olokoloe. Iyyakeppaha akkalenna napakkegunai makkalangi nenniya gau bawangi padanna rupa tau, parengkalingenna napakkegunai mengkalinga ada2 salah yarega bicara temmakkeguna, kuaetoparo pakkitanna napakei kamata-mata gangkanna kakita-kita. Iyamanennaro matti mancaji pammulanna api ranaka, narimakkuannanaro laoni mai natopada pimpingi watakkaleta pada moi engkana lesang kuaetoparo iyya engkae tallesenge, tapimpingi limatta aja nasembarang ikarawa, tapimpingi ajeta aja na kajokka-jokka, tapimpingi ulutta aja nakacuru-curu tapimpingi timutta aja nakatimu-timu, tapimpingi matatta aja nakamata-mata, tapimpingi atitta aja namasiri ati enrenge rilainnae toparo. 3. Napahang madecengalena makkeda atai pole ri paugn allah ta’ala. Naparentangekki sarekkoammengiri sompai koritu, padatoha narampewe ri lalenna akorange “wama khaqtul jinna wal insa illa liya’budun” ri pahanni onrotta selaku ata pole ri puang allah ta’ tapa atai aleta pole ri saliwangenna puange, nenniya aja tona ri puatai padatta ata, nasaba seddimi bawang engka atanna yanaritu puang allah ta’ala simata. De’gaga wedding puatai atanna puang allah ta’ala sangadinna alenami bawang, makkotoparo paimeng narekko napahangi alena ata, majeppu napahattonitu makkeda degaga puang upuata sangadinna puang pancajiengi sininna alange. Narimakkuannanaro parellui ripahang madeceng makkeda naiya ateka essaae, ateka itarimae yanaritu ateka pannessaengi atangenna atae, nenniya apuangenna puang. Nasaba yanae mancaji sabbi ri ada tongenge gau ri tarimae nenniya ateka essae, ada tenrisabbingie, gau takketimbangang, ateka marusa. Ateka marusae mannessei ri gau assisakkareng ada’e. Naiya ada assisakkarenge gau tassilolongeng ateka mallinrunge, tassiomporeng pammase pole ri puang sewwae, gau ri mannessae loroseng ada tongeng, tongappi mupuadai, mumalempu taro gau-taro ada, ada singkerru ri mannessae, ati tettong mappattongeng nenniya lanro ale gaukangi. Paddissengeng pappijeppuileteng singkerruange rupa gau alettukeng passompa. Assompaki naluru appesona, mutonang jasang pettu ri laleng ateka, naletei pammase nenniya pakkamasenapuang sewwae. Aja tapabbombangi atekatta, naiya ada tongenge pole ri puang allah ta’ala “alhaku min rabbik fala takunanna minal mumtarin” Allahu akbar3 walillahil hamd. Riolo denapa ri paccuppui katobbae, maeloka pangoloangi dua tellu pappasenna to panritata ri makkedana 1. Sabbarakko tuttng pare’ mupogau passurong muniniriwi pappesangka. Ampe madeceng appakkatuna alewe, asogirengi appssikkuae. Sukkuru’e singkerruang masse antunru-tunru’e atammangingireng. Rioe teppettu rennu. Ikhlas appasimata-matae, tentuang pesone, jasang pettue singkerruange, deceng kapang ri puange, tonangeng saliwangenna, watakkale saupole sumange’e. 2. Nomoro dua. Seroi bujung temmettie, naenceng pulana paddissebngemmu. Atutuiwi lampu teppeddewe nattappal pulana teppe’mu. Bole-bolei tonangeng malessie namannennungeng paringerrammu 3. Matellunna. Amala paddissengemmu, teppe tentuammu, appassewwang nyawa pakkasiwiang passompamu, atabbuttureng pakkitammu ri rupanna ka’ba kaosaini pannassaengi atangenna atae ria pungenna puange. 4. Maeppana. Pallebbanni koromai sompe’na sampang teppe’e naripallabbangi nasaba amal saleh, namattipi insyaallah topada mallabu ri akhera nasaba ati caddio rennu pulana, mangolo temmabboko sitangareng puanna, carilla-killa ri nyili pada uleng tepuri tingarae cayyana. Limbang ri pammasareng ri kira-kira toni ri letenge ri mannippi, nauttama ri suruga pammasena puang allah ta’ala. Walai paccappureng ada Senge’ka ri labbu’e ubali senge’ki ri gollae, tosipaggalelu ri kalukue to siruntu-runtu ri onde-ondewe, senge’ka simata jarung ubali sengekki si puppureng lino. Narekko massarakki baja sangadie napoleiki uddani congaki ri bittarae to siduppa mata ri kettengnge, engkatu bunga-bunga sitakke utanangekki, narekko makalle’i daunna taboloreng manika kasi nasaba wae mata, sarekkoammengi engka mancaji passengereng pallawa uddani. Narimakkuannanaro pada laoni mai to millao doang ri puang allah ta’ala pada pangngolo madecengi ati mapaccitta lao ri puang sewwae ri makkedatta e..puang, tapalaloka pangoloi atikku nenniya watakkaleku lao riolo arajatta puang, de’gaga akkatta laing sangadinna maeloka pannessai majeppu iya toripancajittaka puang nenniya de’gaga elo ulleku sangadinna elo ulleta puang, tenriulle bilangi atassalakku nenniya atakkalupakku iya pura maddioloe, nassabari namalucca atikku nasaba engkaku salaiwi apatiroatta puang. Namajeppu sitongettongenna masiri-matane’ka pangoloi atikku makkai due limakku nennia suju riolota puang sarekkoammengi tapalaloka marillau ri idi puang. Naiyakiya E...puang narekko de naokko ri aleta upangngolo alusukku nennia kassara’ku majeppu de’nagaga angngolokku lainge puang, nasaba pura utentuangi ri lalenna ati kaminang marilalekku makkeda de’gaga adele ri sesena adele’tapuang, de’gaga ri ase’na akuasangetta puang nennia de’gaga pappoji ri ase’na pappojitta puang, de’gaga pammase ri ase’na pammaseta puang. Narimakkuannanaro taddampengekkapuang sarekkoemmengi leppeka pole ri cappa’na cerita ja’e, nassabari nonnoka ri yawana pettu nassabari naengkaka mangngolo ri olo arajatta puang sarekkoemmengi tatarimai angolokku lao ri olo alebbiretta puang, nasaba idimi bawang puang maraja addempeng namaraja akkamase. E... puang purani wola perrie nenniya sussae ri pettang kapae naiyakiya gau mannessae, majeppu pettang kape’na lino denaullei kalai pettang kape’na laleng kubburu ri sesena tau takkalupae sukkuruki pappedalle’ta puang lebbi-lebbipi ri sesena tau iyya massakkerengi puang. Sewwa wettu matti gau mannessa ri olai laleng amatenge, ri puttamaki ri calori’na kubburu’e tajengi wettu paccappurenge ri lino wanua cinampe’e, naiyakiya napakarajengenga addampeng puang, nasaba cakkana annassana amatenge riseseku naiyakiya tannassabari na tattamba teppe’ku, tennassabari na tattamba paddissengeng ninniya amala madecekku, yakkeppaha de wissengi aleku, takkaboroka nennia takkalupaka sukkuru, padahal! Pura riwerenga dalle nenniya papenyameng temmaggangka naekiya de usukkuruki puang. Tawerenga mata, tannia appunnakku puang naekiya simata-mata appunnatta tapinrengika, narimakkuannanaro sitinajai upakkeguna matakku molai apatiroatta puang, bacai kitta malebbitta puang naekiya taddempengekka puang, nasaba de upakkegunai pakkitakku lao ri laleng taporio’e puang. Maleddeka takkalupa nenniya tassala paung nassabari de namakkiengka atuo2ngekku ri lino puang. Tawerennga jari sitinajai upakkigunai ri laleng madecenge sappai dalle hallalata, tulungi duwae pajajiakku,tulungi balibolaku nenniya sikampokku. Naekiya yakkeppaha upakkegunami jarikku malai waramparanna tau lainge, e... puang sitinajaka mappideceng lao duwae topajajiakku nasaba ale malebbi’na nassabari telleng ri lalenna turusiwi passurowanna, sitinajaka jampangi riwettu malasana, sitinajaka engka riseddena ri wettu napperelluakku naekiya takkalupaka puang mabbali-balika ri laleng pangaja’na, ugerra-gerrai narekko mabbicaraka sibawa duae pajajiakku, usalai ri wettu malasana, mabelaka ri wettu napparelluakku. Madorakaka ri duae pajajiakku puang, nappaka massesse kale naekiya de’nigaga pajajiakku puang lisuni ri onrong mannennungenge. Eh... puang tappelettukakka sellng uddanikku nenniya ellau addampekku, sarekkoammengi naddempengengi sininna dosa-dosaku lao ri alena puang, nasaba manrasa-rasaka ri lino puang, temmattuju jama-jamakku, tappolei dalle masempota puang, nakanna adanna to riolota ri makkedanna “nigi-nigi madoraka lao ri duae to pajajianna makkatenningi namarunrung makkalejjai namaruttung, mappokka panne pute, mareppa lebu telloi, mappettu sampengi, mapolo sangila, teccokkong temmaccolli, tennacekkengi peppaja, temmitai deceng lino nalebbippaha deceng akhera. Eh...Puang narekko uwingerrangi eganna dosa pura upogau, sitongettongenna de napusitinajai aleku mancaji lise suruga puang, naekiya maleddeka matau lolongengi paccallatta nennia pellana apinna ranaka, narimakkuannanaro taddempangekka puang, tassengekka babua puang, tatarimai toba’ku, tapalomoi urusan linoku makkutoparo urusan akherakku puang, tapancajingekka lalekku laleng malempu, pada lalenna ri poriota puang, tannia lalenna tau ri ceccata na sarekkoammengi to pada salam ri lino nennia pada ri lolongengi pammasena nennia pakkamasena puang allah ta’ala matti ri esso ri monrinna insyallah. Amin ya rabbal alamin. اللهم اغفر للمسلمين و المسلمات و المؤمنين و المؤمنات الأحياء منهم و الأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات برحمتك يا أرحم الراحمين.

ContohKhutbah Singkat Dalam Bahasa Bugis. Oleh Ahmad Diposting pada 06/04/2021. Ada yang membacakan khutbah nikah singkat dalam bahasa Arab dan Baca Selengkapnya. Contoh Teks Khutbah Idul Adha Bahasa Sunda. Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa. Oleh Diposting pada 22/03/2021. Voice Sulawesi - Menjelang hari raya Idul Fitri 2023, umat Islam seluruh dunia akan merayakan hari kemenangan. Karena telah menjalankan ibadah puasa Ramadhan yang merupakan salah satu kewajiban dalam agama Islam. Untuk merayakan hari raya Idul Fitri 2023, umat islam juga melaksanakan ibadah sunah yaitu sholat Idul Fitri dan mendengarkan khutbah Idul Fitri. Baca Juga Ditangkap KPK, Terungkap Muhammad Adil Gadaikan Kantor Bupati Meranti Di Bank Simak contoh khutbah Idul Fitri 2023 bahasa Bugis lengkap dengan khutbah kedua. Khutbah Idul Fitri dengan judul Ramadhan dan Ketakwaan kepada Allah SWT sengat mengharukan didegarkan dengan menggunakan bahasa Bugis. Berikut teks Khutbah Idul Fitri bahasa Bugis, mukadimah dan khutbah kedua Baca Juga Kapan Hari Raya Idul Fitri 2023, Idul Fitri Jatuh pada Jumat 21 April? السلام عليكم و رحمة الله و بركاته الله أكبر الله أكبر الله أكبر اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ هُوَ اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ. اَلْحَمْدُ لِلّهِ الْعَزِيْزِ الْقَهَّارِ ، نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَسْتَهْدِيْهِ ، وَ نُؤْمِنُ بِهِ وَ نَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ ، وَ نَشْكُرُهُ وَ لاَ نَكْفُرُهُ ، وَ نَخْلَعُ وَ نَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ. لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، اَلْمُتَوَحِّدُ فِي الْجَلاَلِ وَالْكَمَالِ ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ، وَإِمَامِ الْمُتَّقِيْنَ ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ، يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ، فَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَ يَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ ، وَ اتَّقُوْا اللهَ يَا عِبَادَ اللهِ. Alhamdulillah wasyukrulillah, teppaja risompa nennia ripoji puang allah ta’ala, padatoha puang allah ta’ala teppaja napaturung pammasena nennia pakkamasena ri ikkengmaneng. Nassabari natopada engkaki makkatuda-tudangeng ri onrongewe nasaba seddi nia nennia akkatta iyanaritu sikira-kira maeloki pasilennerengngi pakkasiwiatta lao ri puang allah ta’ala. Nariappojiang tonaritu puang iya pancajiengi sininna alangnge, enrenge rialatoni ritu passompung rio rennu rigauengkata pasilennerengngi sempajeng alleppereng pittarae iyae essowe. Terkini Minggu, 16 April 2023 0953 WIB
Inilahcontoh naskah khutbah Idul Fitri 2021/1442 H saat pelaksanaan shalat Id berjudul Idul Fitri dalam Kondisi Pandemi Covid-19. Sabtu, 8 Mei 2021 13:26 WIB. Penulis: Sri Juliati.

Voice Sulawesi - Berikut khutbah Idul Fitri bahasa bugis dengan judul Ramadhan dan Insan yang Muttakin. Khutbah Idul Fitri ini memuat ungkapan mengharukan dikala menjalankan puasa Ramadhan. Idul Fitri 2023 tinggal menghitung hari, berikut khutbah Idul Fitri Baca Juga Bacaan Niat Sholat Idul Fitri, Lengkap Tulisan Arab,LAtin dan Artinya Umma selleng malebbikkeng maneng iya ripurioe insya allah ripuang allah taalah Laoni mai pada puadai sukkuru pappoji marajata ripuang allah taalah nasaba riengkata pura nawereng pammase maraja untu rasakanngi esso kaminang ri tanro-tanroe selama 29 essona yarega siuleng rekenna ritu. Sukkuruki pole ri pabberena puang allah taalah nasaba naweretta ati mapaccing enrengnge tubuh majappa natopada engkaki tiwi teppe marajata manggolo ri hadere alebbinna puang allah taalah pada puadai wawa masagena napakedo lilah nagauken lanro ale yanaritu takabbere enrenge sempajangnge, mamuarei puada madecetta yaewe maccaci cani iya kaminang mecenningnge naweddi toni lolonge asagenangen ri wanua siwalie, esso araddekenna puang allah taalah, esso de’gaga patululungen sangngadinna pattulungenna puang allah taalah. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat. Allahu akbar 2x walillahil hamd Yaetona essoe, nari appatu-patukeng ri tau mateppeewe mamuarei terrillupai tuli massalawat ri nabbita muhammad saw. Nasaba sininna parrillau dowatta ta gattungi ri pallawangenna lino nennia langie rekko engka parrilaudoatta de nasibawai salawa lao rinabitta Muhammad saw. Errenge riebarakki paimeng tau masekke rekko riengkalingai ripau asenna nabitta nadetto ri massalawa ritu lao ri alena Baca Juga Kronologi Legislator Tanjungbalai Masuk DPO Narkoba Kepemilikan Pil Ekstasi Allahu akbar 2x walillahil hamd Yaena essoe esso alleppereng pittarae ri uleng sawwaleng, mancaciwi paparingerang ri watakkaleta makkeddae, de’pa sedding ri allupai lupu’ta enrenge dekkata diwenni,enrenge sumpajang taraweta engka mupi tabbajo-bajo. Naengkani yae essoe pada gaukenngi manrewe nennia minungnge ritu. Yaena essoe pada ripakeni pakeang kaminang mapaccitta, kaminang makessingewe, guna ripake makkusiang ripuang allah taalah passukkui ibadah puasata yanaritu sumpajang allepereng pittarae ri uleng sawwaleng tahun 1434 hijriah. Yamanenna rodo maccaci tanrani ri atitta makkedda, nasalaini uleng ramalang, laloni uleng kaminang mapaccinge, kaminang ripuminasae idi to mateppee. Jokkaniro uleng manggolo ripuanna, mangngoloangi ibadah puasata, manggoloangngi ripuang pancajie puang sininna alange, yanaritu puang sewwae, puang allahu taalah. Mamuarei puasata engkai mancaci, rahma, magfira enrenge pappabela poleh riapi ranakae ritu. Amin.

.
  • 90xv0s73sn.pages.dev/438
  • 90xv0s73sn.pages.dev/122
  • 90xv0s73sn.pages.dev/360
  • 90xv0s73sn.pages.dev/199
  • 90xv0s73sn.pages.dev/264
  • 90xv0s73sn.pages.dev/139
  • 90xv0s73sn.pages.dev/392
  • 90xv0s73sn.pages.dev/428
  • khutbah idul fitri bahasa bugis